Al Fatihah

Menegakkan Tauhid,Berpikir Lurus dan Kembali ke Fitrah

Pedofil atau Fitnah

Posted by abu hanan pada 16 Juni 2011

Sangat mengharukan jika memperhatikan kualitas dan tingkat pemikiran pemilik pendapat dan pendukungnya teori “Nabi Muhammad adalah pedofile”.

Bukanlah pernikahan tersebut adalah dilakukan karena sang pelaku adalah penderita pedofilia tetapi pembenci Nabi saw adalah orang yang tidak mengerti arti kata KRONOLOGI.
Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim

‘Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan:

“ketika kita mencapai Shajarah”.

Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar.

Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari

Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

Menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud.

Diriwayatkan oleh Bukhari:

Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

Berdasarkan riwayat di atas,  kita dapatkan dua fakta:

1. Anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang.

2. Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud (lihat hadits Imam Bukhari diatas)

Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini:

Saya seorang jariyah (gadis muda)ketika Surah Al-Qamar diturunkan

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah, menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, mengandung arti bahwa Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah ) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Faktanya bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain.

Maka dapat  disimpulkan bahwa  Aisyah telah menjadi jariyah (berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar) dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikahi Nabi.

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata:

Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)“.

Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.Kata “bikr” dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah adalah “jariyah”. Bikr digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan.
Selain itu pula, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M). Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah berarti Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada tahun dimana Aisyah berumah tangga. Berdasarkan Ibnu Hajar, Ibn Katir, dan Abdur Rahman ibn Abi Zannad, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

Sekarang kita tarik uraian tentang gejala pedofil

Pada umumnya penderita pedofilia, meskipun tidak semuanya, tidak mempunyai keinginan untuk melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa atau yang seusia dengan dia atau lebih tua. Mereka merasa tidak bahagia dan takut akan prospek hubungan seksual dengan orang dewasa, oleh karena itu mereka mengarahkannya kepada anak-anak. Di karenakan mereka tidak mempunyai kepribadian yang kuat untuk melakukannya dengan orang dewasa. Maka diperlukan terapi yang dapat membantu mereka untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Adakah gejala tersebut pada diri nabi mulia Muhammad saw?

Faktanya adalah pernikahan dengan Ummi Khadijah rah.Beliau berusia 15 tahun lebih tua dari Rasulullah saw.

Gejala lainnya;

Penderita pedofilia sangat sulit menguasai diri mereka dan mendorong mereka untuk melakukan hubungan sexual terhadap anak-anak. Mereka sama sekali tidak dapat mengendalikan kebutuhan mereka untuk melakukan hubungan sexual dengan anak-anak. Mereka bisa dikatakan menderita suatu kondisi yang disebut obsesi menuruti dorongan kata hati. Sebuah terapi yang baik mungkin akan mengembangkan penguasaan pengendalian diri mereka lebih baik dan tentu mengalihkan kecendrungan sexual mereka.

Dan Ummi ‘Aisyah rah memberi kesaksian bahwa ”Tidak ada satupun dari kalian yang dapat mengendalikan nafsu seksualnya seperti Nabi.

Gejala lainnya;

Seorang pedofilia adalah yang mempunyai pengalaman mendapat pelecehan seksual semasa kecil atau dalam hidupnya.

Silahkan membuka sejarah-tulisan siapapun-untuk membuktikan bahwa nabi Muhammad saw pernah mengalami pelecehan di masa kecil beliau saw.

Pengakuan dari seseorang yang bisa dinilai netral adalah

“Adalah tidak mungkin bagi siapapun yang mempelajari kehidupan dan karakter Nabi agung dari Arab, yang mengetahui apa yang ia ajarkan dan bagaimana ia jalani hidupnya, akan merasakan lain kecuali perasaan hormat terhadap Nabi agung itu, yang adalah salah seorang utusan besar dari Tuhan Semesta Alam. Walaupun apa yang aku sajikan mungkin sudah banyak diketahui, namun aku selalu merasa kagum setiap kali aku membacanya, yakni perasaan kekaguman baru terhadap guru Arab yang agung itu.” – Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras, 1932, p. 4.

William Montgomerry Watt bahwa,

 “Tiada tokoh besar dalam sejarah yang paling banyak difitnah selain Nabi Muhammad (Saw)

Kemudian ada baiknya diperhatikan bahwa di masa lalu [baik thn 1900-thn 1800-thn800-thn 500 dan sebagainya] adalah bukan aib bila menikah pada usia 16 tahun.Sidharta Gautama adalah salah satu contoh,begitu pula RA Kartini. Wajar atau tidak pernikahan Nabi saw dengan Ummi Aisyah rah,tergantung dari sisi mana anda menilai.Dengan tambahan dari segi bahwa Ummi ‘Aisyah memiliki rasa cemburu terhadap Ummi Khadijah rah yang telah meninggal dan setidaknya kita juga mampu berpikir bahwa dari segi apa yang bisa menyebabkan seorang korban pedofil dapat cemburu kecuali memang tidak ada korban.

Hendaklah orang-orang mampu berpikir cerdas,jernih dan fokus dalam memahami suatu masalah :)

Salam Ukhuwah

6 Tanggapan to “Pedofil atau Fitnah”

  1. nDeboost said

    Ass.wr.wb
    Saudara-saudaraku. Saya sering harus rebuttal aginst tulisan-tulisan rekan-rekan Kristen di pelbagai forum mengenai tuduhan yg Muhammad Rasulullah saw adalah pedofil memakai lk-nya tulisan Anda diatas. Namun diantara yg justru mereka pakai adalah hadis Sahih dibawah. Tolong jelaskan.

    Translation of Sahih Bukhari, Book 62:

    Volume 7, Book 62, Number 64:
    Narrated ‘Aisha:
    that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old, and then she remained with him for nine years (i.e., till his death).

    Wass.wr.wb
    nDeboost

    PS
    Diantara referensi saya: http://dhymas.wordpress.com/peristiwa/umur-aisyah-saat-menikah/
    Juga buku Ib Hj Irena handono “Nabi saw Bukan Pedofil”

  2. abu hanan said

    wa ‘alaykum salam wr wb
    @nDeboost
    Hadits yang anda sertakan adalah riwayat dari Hisyam.Dan beliau (Hisyam) Hisham ibn `Urwah tinggal, baru menceritakan hal ini ketika berusia lanjut,dan itupun tidak di Madinah.Maksud saya,Hisyam meriwayatkan haits itu setelah pindah dari Madinah.

    Sedangkan pernikahan Rasulullah saw dgn Ummi ‘Aisyah terjadi di Medinah.
    Berarti seharusnya ada riwayat dari para sahabat terutama nada keberatan dari Amirul Mukminin Abu Bakar ra dan Amirul Mukminin Umar bin Khattab jika pernikahan tersebut benar2 terjadi.
    Hisyam meriwayatkan hal ini ketika bermukim di Irak dan pada usia yang renta (mungkin sekitar 60-70 tahun).
    Dan keadaan yang seharusnya jadi pertimbangan kita dalam menilai hadits tersebut adalah ;
    1.Madinah saat itu di huni (katakanlah) 3 golongan yaitu Muslim,Nashrani dan Yahudi
    2.Kaum non Muslim terbagi menjadi 3,yaitu ;
    a.pro Islam (ahli dzimmah)
    b.anti Islam (telah jelas)
    c.netral (sekedar asumsi saja)
    dan seharusnya ada riwayat/perkataan dari Anti Islam saat itu yang melaporkan peristiwa tersebut.

    Pertanyaan saya yang TIDAK terjawab oleh “kaum pedofil” adalah sejak kapan tuduhan tersebut dilancarkan dan siapa pertama kali yang melancarkan tuduhan itu?

    Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

    Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orangIraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

    Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

    Dan ilmu Hadits menetapkan beberapa kategori untuk menilai suatu hadits ;
    1.daya ingat dan ketelitian perawi (orang yang meriwayatkan)
    2.pribadi yang menyampaikan
    3.tidak terputus antar generasi
    4.tidak ada kejanggalan dalam susunan bahasa
    (silahkan klik As Aunnah Sumber Hukum

    salam ukhuwah

  3. nDeboost said

    Ass.wr.wb.
    Saudara2-ku. Di Translation of Sahih Bukhari, Book 62: ada 2 hadist mengenai pernikahan vs usia Aisyah, no. 64 dan 65. Yang no. 65 yg (sebagian) dari Hisham.

    Volume 7, Book 62, Number 64:
    Narrated ‘Aisha:
    that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old, and then she remained with him for nine years (i.e., till his death).

    Volume 7, Book 62, Number 65:
    Narrated ‘Aisha:
    that the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed that ‘Aisha remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death).” what you know of the Quran (by heart)’

    Adapun di Vol 7 ini ada satu lagi hadist mengenai pernikahan Aisyah, menurut kesimpulan saya bukan ttg usia namun (CMIIW) tempat menikah: Madinah (karena tertulis “..women from Ansar…”

    Volume 7, Book 62, Number 86:
    Narrated ‘Aisha:
    When the Prophet married me, my mother came to me and made me enter the house where I saw some women from the Ansar who said, “May you prosper and have blessings and have good omen.”

    Adakah hadist no. 64 berasal dari Hisham, wallahua’lam. Dan saya (dg ukuran saya) pribadi, tidak meragukan sedikitpun hadis-hadis sahih yg dituliskan Bukhari maupun Muslim, Imam Malik, Abu Daud dst. Atau saya lalu (akan) meragukan Bukhari yg lainnya, yg Insya Allah tidak akan pernah.

    BOT
    Insya Allah saya lanjutkan

    Wass. Wr. Wb
    nDeboost

    • @Oom nDeboost
      Volume 7, Book 62, Number 64:
      Usia ‘Aisyah = 9 + 9 = 18.. lalu game over… hehehe…

      Volume 7, Book 62, Number 65:
      Usia ‘Aisyah = 9 + 9 = 18.. lalu game over juga… hahaha…

      Bisa sampean tunjuken Nabi Muhammad s.aw bersedih hati dan menguburkan ‘Aisyah binti Abu Bakr ?!

      Volume 7, Book 62, Number 86:
      Mosok yang di undang dalam pernikahan ‘Aisyah dan Rasululloh, hanya kaum Ansar memangnyah kaum muhajirin tidak diudang gituh ?! :(

    • wa alaikum salam
      undangan habis mas….percetakan juga kehabisan tinta.
      And MENGAPA tidak ada kesaksian/berita/pernyataan dari-terutama- orang2 Munafik di masa itu?
      Takut diberangus?Yah.minimal mereka bisa kasi impo ke kafir Qurays ttg “kehebohan” tsb.
      Kalo kudeta/fitnah aja munafik tak kenal takut,lantas untuk urusan ini mengapa diam aja?
      Aneh………

      TTg kesahihan Bukhari tidak berarti berita/hadits adalah mutlak benar.
      demikian saudaraku.

    • penting juga…
      3.tidak terputus antar generasi

      hadits terbit dari IRAK..mohon diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: