Al Fatihah

Menegakkan Tauhid,Berpikir Lurus dan Kembali ke Fitrah

Hijab dan Sumur

Posted by abu hanan pada 19 September 2011

Belajar dengan santai…….

Dzun Nun Al Misyry ditanya :” Apakah hijab yang paling halus dan yang paling bersangatan?”
Dijawabnya : “Melihat diri dan mengaturnya.”

Dan sebuah komen http://isyfatihah.wordpress.com/tasawuf/

“Sumur kaliputan situ (sumur air di dalam danau)”

Adakah keduanya (Dzun Nun dan Sumur) berhubungan…

Wujud Tuhan itu nyata
Mahasuci, lihat dalam keheningan
Ada yang mengaku tahu jalan
Sering menyimpang

Meskipun begitu

sang pengembara
pedih,bahagia
sebatang kara 
menatap ke atas

sang pengembara
terjatuh
terkulai
menatap ke atas

sang pengembara
tegar
sabar
menatap ke atas

silahkan,dengan diskusi yang jujur dan bijaksana-bijaksini.

Jauh dari sumpah serapah dan caci maki.

Jauh dari fanatisme agama/golongan.

salam ukhuwah :)

About these ads

45 Tanggapan to “Hijab dan Sumur”

  1. salam ukhuwah kang abu,,
    pertanyaan kang abu: “adakah keduanya (hijab ala Dzun Nun & ‘sumur’) berhubungan?

    1) Dilihat dari ‘baju’ nya, tentulah sama, keduanya adalah ‘Tasawuf’
    2) hanya saja, ‘brand’ dari baju tersebut berbeda, yang Dzun Nun lebih kental dengan ‘tasawuf irfani’ dan beliau adalah pelopor pertama/pencetus ‘faham makrifat’. Adapun yang ‘sumur’ ia lebih cenderung kepada ‘tasawuf falsafi’, para pelopor atau tokohnya: Ibnu Arabi (konsep: wahdatul-wujud), Al-Jilli (konsep: insan kamil), Al-Hallaj (konsep: al-hulul), Al-Bustami (konsep: ittihad)…

    demikian, kang…
    wassalam…

  2. abu hanan said

    oc dah :)
    “bagaimana mungkin dapat dihijab sedangkan tanpa Allah maka tiada segala sesuatu..”
    sehingga yang namanya “perasaan” adalah hijab ketika “rasa” itu ada.
    umpan enak,ikan2 pada datengkah? :D

    • idan said

      Assalamu ‘alaikum,

      kalau begitu tuhan sudah mati, bener… :)

      Salam,

    • abu hanan said

      waalaykum salam…
      gimana penjelasannya brow?
      ketika tuhan uda mati,maka dimana “rasa” itu ada ???
      salam

    • idan said

      Good point. Rasa itu ‘dzauq’. Kerinduan yg sangat dlm kecintaan perilaku tasauf.
      Pada kenyataan, perilaku nyleneh2 terus. Rasa disaksi tuhan engga ada… :)

      Penjelasannya gimana…

      Salam ukhuwah

  3. abu hanan said

    @idan…
    mesti sabar dulu kang…
    para undangan belum “ambil hidangan”..masih duduk2 masin di sebelah.lagi isep obat nyamuk katanya… :) bukan merokok apalagi kemenyan.

  4. abu hanan said

    mesti ada kpi susu kayaknya…pada nunggu sih.
    oleh2 dari mas iqbal (link dari beliau) ;
    Yang kedua tasawuf indal fuqaha : bagimana fiqih ini tidak berhenti hanya secara fiqhiah belaka. Contoh orang kalau sudah menjalakan wudhu mau sholat, setelah dipake shalat wudhunya kemana? Selesai kan?! Nah orang tasawuf tidak mau. Tasawuf menuntut sejauhmana anda membawa wudhu ini terlepas daripada kefardhuan yang sudah anda laksanakan. Apakah anda wudhu didalam shalat hanya terikat oleh syarat-syarat atau hukum-hukum syari’at. Anda dituntut oleh ulama tasawuf agar wudhumu bisa mewudhui bathiniah Anda atau tidak. Dan seterusnya. Disinilah hebatnya ilmu tasawuf.

    Tasawuf inda ahli ma’rifat, nah disini banyak orang terjebak. Dalam dunia tasawuf, dalam ilmu ma’rifat mereka yang perbendaharaannya belum mumpuni, belum mencukupi seringkali terjebak. Akhirnya dia memunculkan analis-analis, seolah-olah tasawuf berbau Budha tasawuf, berbau Hindu. Karena apa? Mereka tidak tahu. Ilmu ma’rifatnya saja mereka tidak mengerti, apa sebetulnya ma’rifat itu. Dari kekosongan itu, mereka belajar menganalis tasawuf; orang-orang yang sudah ahli Marifat, tinggi sekali, dengan bahasanya yang luar biasa. Wong dalam Tasawuf fuqaha saja mereka sudah tidak bias memahami.

    silahken

    • idan said

      Srupuut….. Ehm… Segar…

      Keinginan meraih mutiara di laut ; perlu perahu, pandai menyelam. Sementara ombak dan badai datang silih berganti. Begitupun di dasar laut, onak duri tak kalah menghadang.

      Good point. Syariat paralel menuju makrifat. Membuka hijab menjadi kasyaf. Ibarat ‘life cicle’. Tidak lompat katak, apalagi ‘jangkrik’.

      Tambah dong menunya…

      Salam ukhuwah :)

  5. kaisnet said

    Assalamu’alaikum Kang Abu,

    Aku bisa komen,namun cuman bisa sedikit berkata jika

    “DIA ADA DIANTARA YANG ADA”
    “DIA ADA DIANTARA YANG TIADA”
    “DIAPUN ADA DIANTARA YANG ADA DAN TIADA”

    hE……he…..he, opo karepe…..

    SALAM UKHUWAH semuanya

    • abu hanan said

      NAH LO..AKHIRNYA bisa “paham” bahwa Dia bergerak ketika diam,Dia diam ketika bergerak.
      mas..pengertian keduanya identik sama.perbedaan hanya pada dari segi kita memandang.
      wallahu a’lam

      waalaykum salam
      salam

  6. Sutha said

    Inget saya?

    Pertanyaan :
    Bagaimana sebenarnya penjelasan mengenai pengrusakan patung2 di Purwokerto yg terjadi beberapa hari yg lalu?
    Saya agak sedikit bingung, ketika saya bertanya pada muslim yg satu jawabannya begini, tetapi ketika bertanya pada yang lain, jawabannya lain pula.
    Di Purwokerto dibangun patung2 kota, tapi kok dihancurkan santri karena dianggap bisa menimbulkan musrik. bagaimana dgn patung2 yg lain di seluruh indonesia?
    sementara di kampus saya (kampus seni) Ada sekian banyak umat muslim yg membuat lukisan, patung, foto2…
    siapa yg keliru?

    • abu hanan said

      tentu masih ingat bli…
      Secara garis besar,kesimpulan ttg patung-lukisan dll ;
      A. Jenis gambar yang sangat di haramkan adalah gambar yang disembah selain Allah.Gambar seperti ini dapat membuat pelukisnya kufur kalau dia lakukan itu dengan penuh pengetahuan dan kesengajaan. Begitu juga dengan pembuat patung, dosanya akan sangat besar apabila dimaksudkan untuk diagung-agungkan dengan cara apapun. Termasuk juga terlibat dalam dosa, orang-orang yang bersekutu dalam hal tersebut.

      B. Termasuk juga berdosa orang yang melukis sesuatu yang tidak disembah, tetapi bertujuan untuk menandingi ciptaan Allah. Yakni dia beranggapan dapat membuat model baru dan membuat seperti pembuatan Allah. Hal ini dapat membuat kufur, hal ini, tergantung pada niat pelukisnya sendiri.

      C. Di bawah lagi termasuk patung-patung yang tidak disembah, tapi untuk diagung-agungkan, seperti patung raja-raja, kepala Negara, atau para pemimpin yang dianggap keabadian mereka itu dengan didirikan monument-monumen yang dibangun dilapangan-lapangan dan sebagainya. Dosanya sama saja, baik patung itu setengah badan atau sebadan penuh.

      D. Di bawahnya lagi patung binatang-binatang dengan tidak ada maksud untuk disucikan atau diagung-agungkan, dikecualikan patung mainan anak-anak dan yang terbuat dari bahan makanan seperti manisan dan sebagainya.

      E. Gambar/lukisan yang oleh pelukisnya atau pemiliknya sengaja diagung-angungkan seperti gambar para penguasa, dan pemimpin, lebih-lebih kalau gambar itu dipancangkan atau digantung. Lebih kuat lagi haramnya apabila yang digambar itu orang zalim, ahli fasik dan golongan anti Tuhan. Mengagungkan mereka ini berarti meruntuhkan Islam.

      F. Di bawah itu ialah gambar binatang (2 dimensi) yang tidak bermaksud untuk diagung-agungkan , tetapi dianggap sebagai suatu pemborosan, misalnya, gambar di dinding dan sebagainya. Ini hanya termasuk yang dimakruhkan.

      G. Adapun gambar pemandangan, misalnya, pepohonan, kurma, lautan, perahu, gunung, dan sebagainya, tidak ada dosa sama sekali baik si pelukis atau yang menyimpannya, selama gambar tersebut tidak menjauhkan pemilik nya dari ibadah dan pemborosan. Kalau sampai demikian, maka hukumnya makruh.Tetapi jika lukisan itu utk mengingat kebesaran Allah tentu akan bernilai lain.Seperti ketika saya melihat lukisan pemandangan,lantas saya berpikir dan berdzikir padaNya.

      H. Adapun fotografi pada prinsipnya mubah, selama tidak mengandung objec yang diharamkan, seperti disucikan oleh permiliknya secara keagamaan atau disanjung-sanjung secara keduniaan. Foto porno (melewati batas aurat dalam islam).Lebih-lebih kalau yang disanjung itu orang-orang fasik, misalnya golongan penyembah berhala, komunis, dan seniman-seniman yang telah menyimpang.

      I. Terakhir, apabila patung dan gambar yang diharamkan itu bentuknya telah diubah dan direndahkan (dalam bentuk gambar), maka dapat pindah dari lingkungan haram menjadi halal. Seperti gambar-gambar di lantai yang bias diinjak-injak oleh kaki dan sandal.

      Khusus dalam masalah patung sebagai alat peraga dalam pengajaran, maka hal tersebut bukanlah termasuk kriteria jenis yang diharamkan dalam Islam.Karena peraga so pasti diotak-atik mulai kepala dll…

      Dasar hukumnya;
      A.bersifat larangan (maaf Cuma sedikit yang bisa saya sertakan).
      1.Jibril pernah tidak mau masuk rumah Nabi SAW. Karena di depan pintu rumahnya ada patung, hari berikutnya Jibril tetap tidak mau masuk sehingga ia mengatakan kepada Nabi SAW.: “Perintahkan untuk memotong kepala patung itu, sehingga menjadi seperti kepala pohon” (Riwayat Abu Daud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).
      2. Dan Rasulullah s.a.w. memberitahukan juga dengan sabdanya:
      Barangsiapa membuat gambar nanti di hari kiamat dia akan dipaksa untuk meniupkan roh padanya; padahal dia selamanya tidak akan bisa meniupkan roh itu.

      B.bersifat membolehkan
      “Singkirkanlah gorden itu dariku karena gambar-gambarnya selalu tampak dalam shalatku” (Riwayat Bukhari)
      “Singkirkan” dalam hadits diatas mengandung kebolehan karena tidak ada perintah “harus bagaimana” selanjutnya.

      Bagaimana patung2 lain di luar purwokerto?

      Jujur aja bli……sebenarnya yg demikian itu adalah wilayah pemerintah,bukan umat.kalo pemerintah menganggap perbuatan merusak adalah anarkis,padalah umat islam purwkerto TELAH mengingatkan pemerintah setempat utk tidak diteruskan.Termasuk patung Yos Sudarso di pangkalan AL Surabaya,apakah lantas umat islam di surabaya datang dan merusak?Banyak variabel yg dilibatkan.Kalo saya berpegang pada ;
      Pembuat ide,yg menyetujui,yg memahat,yg membuat berada di tuntuan sangat berat di hari kiamat.Dan saya melepaskan diri dari mereka.
      Dan iman saya dalam konteks ini berada di tingkat lemah.Lagian so pasti adalah mission impossible kalo abu hanan vs ribuan tentara ;)

      Jika ada muslim yg membuat patung dan sebagainya…jujur aja saya tidak mengetahui persis ttg itu karena;

      1.boleh jadi mereka produsen alat peraga
      2.membuat patung tetapi sesuai kaidah/syariat islam
      3.mengetahui hukum tetapi mengabaikan hukum.

      Tentunya,siapapun yg berada di 3 point diatas PASTI sudah menimbang resiko di saat kehidupan setelah mati.
      Siapa yang keliru?
      Jangan sungkan2 bli……

  7. abu hanan said

    silahkan bagi umat non muslim utk berurun rembug……..

    Makrifat dimulai dengan mengenal dan menyadari jati diri. Dengan mengenal dan menyadari jati diri, niscaya sufi akan kenal dan sadar terhadap Tuhannya. Kesadaran akan eksistensi Tuhan berarti mengenal Tuhan sebagai wujud hakiki yang mutlak, sedangkan wujud yang selain-Nya adalah wujud bayangan yang bersifat nisbi

  8. Fariduddin al-’Atthar dalam Tadhkiratul Auliya, juz 1, hlm. 272, sbb:

    إن محبة الله شيء لا يكـتسـب وإنما هي هبةالله وفضل.

    - يعرف أولياء الله بأمور ثلاثة: أن يكون فكرهم فى الله وأن يقوموا بالله وأن يكونوا شغلهم
    Artinya, sesungguhnya rasa mencintai Allah itu bukan sesuatu yang tidak ditentukan melalui usaha tetapi lebih disebabkan oleh pemberian dan karunia Allah.

    Para wali Allah itu dikenali karena tiga indikasi:
    pertama, pikiran mereka untuk memikir segala sesuatu yang terkait dengan keberadaan dan kebenaran Alah; di antaranya berfikir dalam upaya menyusun argument untuk memperkuat keyakinannya akan adanya Zat Tuhan yang Esa dan upaya menjelaskan kepada pihak lain bahwa ada jalan yang memungkinkan orang mengenal (ma’rifat) kepada Allah; the possibility to intuit the valid gnostic- ‘irfani atau degan kata lain the transcendental ontological phenomenology, meminjam konsep filsafat analitik kontemporer yang ramai menjadi diskusi para filsuf. Sudah tentu dalam hal ini adalah fenomena ontologis terkait dengan konsepsi ulama teologi Muslim bahwa Allah adalah “nama” (dari sisi sense)yang menunjuk kepada adanya Zat pemilik nama (sisi reference).
    Kedua, mereka tegak dan bertekad menegakkan ketentuan Allah melalui mujahadah dilengkapi dengan akhlak yang mulia
    Ketiga kesibukan mereka dilakukan denganNya. Maksudnya, mereka merasakan disertai Tuhan ketika mereka lagi sibuk oleh berbagai urusan

  9. abu hanan said

    Kebersihan hati inilah yang akan menjadi pandangan Allah.
    Maksudnya, bila hati bersih, sembahyangnya diterima oleh Allah SWT. Bila hati bersih, puasanya diterima oleh Allah. Bila hati bersih, perjuangannya diterima oleh Allah.
    Bila hati bersih, wirid dan zikirnya diterima oleh Allah. Bila hati bersih, pengorbanannya diterima oleh Allah. Tetapi bila hati tidak bersih, seluruh amalan lahirnya tidak akan diterima. Itulah yang dimaksudkan di dalam ajaran Islam bahwa walaupun kedua-dua amalan lahir dan amalan batin diperintahkan melaksanakannya tetapi penilaiannya adalah amalan roh atau hatinya.

  10. Sesungguhnya potensi dan kecenderungan kehidupan batin manusia ke arah kehidupan mistik bersifat natural dan universal…..pendeknya, pada nurani manusia yang terdapat dalam cahaya suci yang senantiasa ingin menatap Yang Maha Cahaya (Tuhan) karena dalam kontak dan kedekatan antara nurani dan Tuhan itulah muncul kedamaian dan kebahagiaan yang paling prima….

    Dahaga dan kerinduan mendekati Tuhan ini bukanlah hasil rekayasa pendidikan (kultur)…. melainkan merupakan natur manusia yang paling dalam, yang pertumbuhannya sering terhalangi oleh pertumbuhan dan naluri jiwa nabati dan hewani yang melekat pada manusia…. dgn kiasan lain, roh Ilahi yang bersifat imateri dan berperan sebagai sopir bagi kendaraan jasad kita ini seringkali lupa diri sehingga ia kehilangan otonominya sebagai master….

    Bila hal ini terjadi maka terjadilah kerancuan standar nilai….. Keakuan orang bukan lagi difokuskan pada kesucian jiwa tetapi pada prestasi akumulasi dan konsumsi materi….. Artinya, jiwa yang tadinya duduk dan memerintah dari atas singgasana imateri dengan sifat2nya yang mulia seperti: cinta kasih, penuh damai, senang kesucian, selalu ingin dekat kepada Yang Maha Suci dan Abstrak, lalu turunlah tahtanya ke level yang lebih rendah, yaitu dataran: minerality, vegetality, dan animality…..

    Maka carilah jalan untuk membantu kita bagaimana caranya kita bisa memelihara dan meningkatkan kesucian jiwa ini sehingga dengan begitu kita merasa damai dan juga kembali ke tempat asal muasal kita dengan damai pula (QS. 89:27)…..

    • abu hanan said

      Dari sebuah hadits diriwayatkan ;

      Dia bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.’

      menyaksikan..
      melihat..
      merasakan..

  11. Secara garis besar tahapan seorang untuk meningkatkan kualitas jiwanya terdiri dari tiga maqam…
    Pertama, dzikir atau ta’alluq pada Tuhan….Yaitu, berusaha mengingat dan mengikatkan kesadaran hati dan pikiran kepada Tuhan…..dimanapun dia berada, dia tidak boleh lepas dari berfikir dan berdzikir untuk Tuhannya (QS. 3:191), dari dzikir ini meningkat sampai maqam kedua takhalluq, yaitu, secara sadar meniru sifat2 Tuhan sehingga seorang memiliki sifat2 mulia sebagaimana sifat-Nya…. proses ini bisa juga disebut sebagai proses internalisasi sifat Tuhan ke dalam diri manusia……Takhallaqu bi akhlaq-i Allah.

    Maqam ketiga tahaqquq. Yaitu, suatu kemampuan untuk mengaktualisasikan kesadaran dan kapasitas dirinya sebagai seorang yang dirinya sudah didominasi sifat2 Tuhan sehingga tercermin dalam perilakunya yang serba suci dan mulia…. bagi seorang yang telah mencapai martabat yang sedemikian dekat dan intimnya dengan Tuhan maka Tuhan akan melihat kedekatan hamba-Nya.

    Hati seseorang bagaikan raja, sementara badan dan anggotanya bagai istana dan para abdi dalem-nya…. kebaikan dan kejahatan kerajaan itu akan tergantung bagaimana perilaku sang raja……

  12. Assalamualaikum wr.wb. ijin membaca dan sedikit belajar disini sob. Terima kasih

  13. abu hanan said

    Ibnu Mas-ud berkata: Rasa takut kepada Allah Ta-ala, sudah cukup dikatakan sebagai ilmu. Anggapan bahwa Allah tidak mengetahui perbuatan seseorang, sudah cukup dikatakan sebagai kebodohan.

  14. Ibeng said

    Salam sejahtera semuanya..

  15. abu hanan said

    salam sejahtera mas ibenk…
    selamat datang

  16. ngasong dimari ah…
    http://laskarislam.indonesianforum.net/t53-syirik-yang-imut2

    hehehehe…

  17. shivaodysseySutha said

    @ Abu Hanan (membahas pertanyaan sebelumnya)

    Apakah itu sudah semua?
    Bagaimana dengan foto anda mas Abu? tidakkah itu termasuk menyalahi ayat2 yg anda tuliskan?

    ====

    Nggak pernah muncul di NS lagi mas?
    Oya, kemarin saya sempat menanggapi diskusi kita di Seputar Tentang Veda. sedikit sih, nggak banyak…
    Kalau anda bertemu Sdr. Ardhani tlng dikabari ya.

    Satu lagi, bagaimana perkembangan pertanyaan anda di Hukum Hindu yang waktu itu? saya sempat juga berkomentar, apa sudah di tengok?
    Salam

    • abu hanan said

      @sutha
      insya allah uda semua.
      foto?apakah foto saya adalah bentuk penyembahan?minimal kultus individu seseorang?jauh mas…saya mengagumi syeh ahmad yasin karena ketabahan dan daya juang tinggi.itu saja dan saya berharap mampu mengikuti beliau dalam banyak hal dengan bekal ketabahan.
      avatar saya masuk ke point E.
      = = =
      saya semakin sdikit waktu utk sambang ke NS.mhn maaf krn akan makin terbatas di masa mendatang.dan tanggapan anda juga uda saya baca.trims telah sudi kembali ke NS.

      ttg Hukum Hindu,karena pengakuan admin yg “bersembunyi di ketiak sumber” maka saya putuskan utk tidak meneruskan/memperpanjang masalah karena saya tahu dengan siapa berhadapan.jadi gak mubazir waktu.
      = = =
      saya punya 2 blog,versi blogspot dan wordpress plus moderator di sebuah forum dan member di beberapa forum termasuk yg berinduk di malaysia.di fesbuk ada 2 akun karena yg satu sempat gak bisa diakses beberapa bulan.
      = = =
      osamah dan abu hanan adalah org yg sama.sekedar eksperimen utk memplajari inkarnasi tuhan.

      salam

    • sutha said

      Anda :
      foto?apakah foto saya adalah bentuk penyembahan?minimal kultus individu seseorang?jauh mas…saya mengagumi syeh ahmad yasin karena ketabahan dan daya juang tinggi.itu saja dan saya berharap mampu mengikuti beliau dalam banyak hal dengan bekal ketabahan.
      avatar saya masuk ke point E.

      Lalu bagaimana dgn yg di porwokerto? saya yakin itu hanya patung jalan spt patung selamat datang di jakarta.

      Maaf mungkin saya akan gonta ganti email. saya punya beberapa email dan nampaknya email yg sebelumnya clash, karena saya dulu pernah pakai untuk coba2 wordpress.

    • abu hanan said

      @bli sutha
      foto adalah bentuk 2 dimensi…sedangkan patung adalah 3 dimensi.
      jika ada yang masih anda kurang pahami dari penjelasan diatas,silahkan diutarakan…

      permasalahan yg sering dan bakal sering adalah pemerintah dan negara indonesia adalah negara sekuler yang malu2…sebagian besar kebijakan pemerintah jauh dari nilai keadilan atau agama.agama apaun itu…
      agama (islam) akan lebih sering berbenturan di masa mendatang.

      coba deh bli..
      di bali-denpasar-,ttg pembangunan jalan layang apakah tidak berbenturan dengan tradisi yg notabene bernafas hindu/veda???
      >> sayangnya saya tidak mengikuti perkembangan selanjutnyah.

      gpp bli…saya lebih suka berbicara dengan orang bernama dan menetap pada diskusi daripada hanya anonim/bernama tapi just hit and run..

    • S said

      ttg pembangunan jalan layang, titik temunya (kalau ingin dicari) memang membutuhkan pemikiran matang dr ke 2 kubu, budayawan( atau agamawan) dan pemerintah.
      seperti yg terjadi2 sebelumnya, dlm beberapa kasus, ternyata ada kong kali kongnya juga…
      alasannya budaya/agama, eh ternyata masalah utamanya adalah MAHAR nya yg kurang..

      Pelanggaran etika budaya/agama sering terjadi dan pemerintah bali dinilai kurang peduli. namun ketika pada suatu hal mereka ‘nampak’ sangat peduli (mengekspose besar2an), itulah yg sebenarnya juga harus dicurigai!

      Kalau di purwokerto saya kurang tahu, apakah bupati disana muslim, kejawen atau hindu. begitu juga maksud pembangunannya.
      tetapi dari penjelasan sdr, saya malah jadi makin tidak paham.

      patung dan lukisan memang beda dari segi media. yg satu 2 dimensi yg satu 3 dimensi, namun dari segi penyembahan atau keberhalaan atau apalah, keduanya kan sama saja.

      apakah orang yg berhala kpd patung dan yg kepada gambar (anggaplah karakter dewa yg digambar/dipahat sama) apakah memiliki tingkat dosa yg berbeda?

      kalau anda mengikuti mentah2 kata2 dr kitab suci, saya yakin kitab tidak menyebutkan ttg foto!! jadi orang yg berhala kpd foto berarti boleh donk?

      tetapi jika anda mau menyesuaikannya, memasukkan foto sbg bagian dari gambar, maka hukum ini juga berlaku bagi anda :

      “Barangsiapa membuat gambar nanti di hari kiamat dia akan dipaksa untuk meniupkan roh padanya; padahal dia selamanya tidak akan bisa meniupkan roh itu.”

      lalu bagaimana dengan patung? apa perbedaanya dalam pemahaman ini?

  18. shivaodysseySutha said

    Satu lagi, anda sebenarnya punya berapa blog sih??
    belum lagi user anda bertebaran dimana2.
    Saya sering melihat anda disana dan disini…
    Kalau tidak salah Osamah itu anda juga kan?

  19. abu hanan said

    patung dan lukisan memang beda dari segi media. yg satu 2 dimensi yg satu 3 dimensi, namun dari segi penyembahan atau keberhalaan atau apalah, keduanya kan sama saja.

    kalo kayak gitu kan dipandang dari sudut yg berbeda,bli.Gambar/foto utk mengenang peristiwa,foto diri dsb boleh selama tidak ada unsur penyembahan.Yang dilarang bagi kami dalam pembuatan adalah menyerupai penciptaan.dan patung adalah 3 dimensi,makhluk hidup adalah 3 dimensi.

    apakah orang yg berhala kpd patung dan yg kepada gambar (anggaplah karakter dewa yg digambar/dipahat sama) apakah memiliki tingkat dosa yg berbeda?

    maksud bli adalah menyembah?
    tetap saja penilaian sesat/dosa/musyrik disematkan pada org tersebut.Menyembah patung/gambar adalah sama saja.

    kalau anda mengikuti mentah2 kata2 dr kitab suci, saya yakin kitab tidak menyebutkan ttg foto!! jadi orang yg berhala kpd foto berarti boleh donk?

    ada kaidah hukum dalam kitab suci jika kita dilarang pada sesuatu yg besar maka kita tidak boleh mendekati yang kecil apalagi menyangkut akidah/keimanan.Patung/gambar jika dimaksudkan sebagai sarana penyembahan maka hukumnya sama saja.Dilarang.

    tetapi jika anda mau menyesuaikannya, memasukkan foto sbg bagian dari gambar, maka hukum ini juga berlaku bagi anda :

    “Barangsiapa membuat gambar nanti di hari kiamat dia akan dipaksa untuk meniupkan roh padanya; padahal dia selamanya tidak akan bisa meniupkan roh itu.”

    lalu bagaimana dengan patung? apa perbedaanya dalam pemahaman ini?

    Hadits tsb memiliki kaidah yg sama dengan patung.Tetapi akan lebih afdol jika anda menyertakan bahasa arabnya.Berhala dapat diartikan sebagai visualisasi obyek yg disembah.
    Foto saya di masa kecil,apakah termasuk unsur penyembahan jika saya menyimpanya sbg kenangan?Tidak bukan??

    salam

    • s said

      Jadi, dari apa yg saya tangkap, gambar bisa tidak haram dlm beberapa kondisi, spt jika berkaitan dengan peristiwa/dokumenter, sekalipun itu memuat gambar seorang tokoh. begitu juga pas foto?
      Sedangkan patung, walaupun dibuat tanpa maksud penyembahan, akan tetap haram? (kecuali untuk peraga spt anda sampaikan sblumnya)

      Yang kedua, mslh patung, anda mengatakan membuat patung diijinkan demi kepentingan pendidikan. Bagaimana dengan seni? seni kan juga pendidikan? (bukannya saya tersinggung krn saya sekolah di seni ya…hanya bertanya)
      di jurusan patung/lukis pasti ada pelajaran anatomi, yakni menggambar/memahat bentuk manusia sesuai aslinya (spt patung2 karya Michelangelo). tetapi itu kan pendidikan. nah bagaimana menurut anda??

      Begitu juga foto/pas foto.
      Bukan bermaksud SARA atau melecehkan, namun jika (andaikan) zaman nabi2 dulu sudah ada kamera, juga sudah ada sistem KTP, apakah nabi2 akan membuat KTP dgn pas foto?
      kira2 bagaimana hukumnya?

      Nah kalau di indonesia, foto presiden dan wakil (dan Garuda Pancasila) harus dipajang di :
      Dalam Gedung
      Kantor
      Kelas
      Rumah (kalau bisa)

      bukankah itu sangat melanggar point E.
      Nah jika kita ingin menyebut ini kesalahan negara kita, saya rasa kita tidak bisa.
      buktinya anda sendiri juga mengakui anda mengenai point E bukan? saya rasa kita tidak bisa menghindari hal itu, sebagaimanapun kita berusaha.
      menurut saya ini karena zaman. tentu kita tidak bisa menyalahkan zaman. wong zaman itu Tuhan yg ngatur.

      Anda menyebutkan :
      Barangsiapa membuat gambar nanti di hari kiamat dia akan dipaksa untuk meniupkan roh padanya; padahal dia selamanya tidak akan bisa meniupkan roh itu.

      Di sini tidak dirinci gambar yg tipe apa, jadi bisa berarti semua gambar, kemungkinan yg berisi suatu mahluk hidup.

      jika dlm konteks kekinian, kita memasukkan hal2 baru spt foto dsb ke dlm gambar, maka yg termasuk dlm “Barangsiapa membuat gambar” adalah:
      pelukis
      fotografer
      tukang sablon
      tukang print
      tukang cetak
      pokoknya segala yg memproduksi gambar dan foto
      orang yg download gambar
      tukang edit foto

      termasuk orang yang mengedit foto/ merubah gambar baik secara minimal, spt cropping/mengatur kontras. karena secara teori dia “membuat gambar baru” dari gambar yg sudah ada.

      Jadi menurut anda bukankah semua orang akan jadi peniup? (termasuk anda)

  20. abu hanan said

    @bli sutha

    Jadi, dari apa yg saya tangkap, gambar bisa tidak haram dlm beberapa kondisi, spt jika berkaitan dengan peristiwa/dokumenter, sekalipun itu memuat gambar seorang tokoh. begitu juga pas foto?
    Sedangkan patung, walaupun dibuat tanpa maksud penyembahan, akan tetap haram? (kecuali untuk peraga spt anda sampaikan sblumnya)

    Benar.

    Yang kedua, mslh patung, anda mengatakan membuat patung diijinkan demi kepentingan pendidikan. Bagaimana dengan seni? seni kan juga pendidikan? (bukannya saya tersinggung krn saya sekolah di seni ya…hanya bertanya)
    di jurusan patung/lukis pasti ada pelajaran anatomi, yakni menggambar/memahat bentuk manusia sesuai aslinya (spt patung2 karya Michelangelo). tetapi itu kan pendidikan. nah bagaimana menurut anda??

    100 % seperti asli adalah salah.Lebih baik hanya mengambil bagian kepala saja atau setengan badan sehingga tidak mengesankan patung tersebut hidup.Alat peraga lab yg 100% asli adalah “bisa” dibolehkan dengan catatan patung/peraga bisa dibongkar pasang.Dan saya pikir mempelajari anatomi bisa dilakukan secara parsial.

    Begitu juga foto/pas foto.
    Bukan bermaksud SARA atau melecehkan, namun jika (andaikan) zaman nabi2 dulu sudah ada kamera, juga sudah ada sistem KTP, apakah nabi2 akan membuat KTP dgn pas foto?
    kira2 bagaimana hukumnya?
    Nah kalau di indonesia, foto presiden dan wakil (dan Garuda Pancasila) harus dipajang di :
    Dalam Gedung
    Kantor
    Kelas
    Rumah (kalau bisa)
    bukankah itu sangat melanggar point E.
    Nah jika kita ingin menyebut ini kesalahan negara kita, saya rasa kita tidak bisa.
    buktinya anda sendiri juga mengakui anda mengenai point E bukan? saya rasa kita tidak bisa menghindari hal itu, sebagaimanapun kita berusaha.
    menurut saya ini karena zaman. tentu kita tidak bisa menyalahkan zaman. wong zaman itu Tuhan yg ngatur.

    Maaf bli,saya tidak bisa berandai-andai pada sesuatu yg telah terjadi di masa lalu.karena jika pada jaman dahulu uda ada pas foto pastilah hukum yg berlaku sekarang sangat berbeda dengan hukum yg sekarang ada.Maksud saya,seandainya A maka B,tetapi kenyataan adalah C maka berlaku D.Yang hukum D ini tidak diberlakukan/dibayangkan dengan kondisi A.
    Di gedung/kantor saya tidak ada gambar/foto presiden/wapres apalagi Pancasila.

    Anda menyebutkan :
    Barangsiapa membuat gambar nanti di hari kiamat dia akan dipaksa untuk meniupkan roh padanya; padahal dia selamanya tidak akan bisa meniupkan roh itu.
    Di sini tidak dirinci gambar yg tipe apa, jadi bisa berarti semua gambar, kemungkinan yg berisi suatu mahluk hidup.
    jika dlm konteks kekinian, kita memasukkan hal2 baru spt foto dsb ke dlm gambar, maka yg termasuk dlm “Barangsiapa membuat gambar” adalah:
    pelukis
    fotografer
    tukang sablon
    tukang print
    tukang cetak
    pokoknya segala yg memproduksi gambar dan foto
    orang yg download gambar
    tukang edit foto
    termasuk orang yang mengedit foto/ merubah gambar baik secara minimal, spt cropping/mengatur kontras. karena secara teori dia “membuat gambar baru” dari gambar yg sudah ada.
    Jadi menurut anda bukankah semua orang akan jadi peniup? (termasuk anda)

    maka dari itu bli…gambar yg dimaksud dalam hadits tsb adalah merujuk ke 3 dimensi/patung.Karena dalam konteks bhs arab yg diterjemahkan sbg “gambar” memiliki arti seperti itu.
    Dan inti pelarangan dari pembuatan 3 dimensi adalah mencegah hal2 yg tidak diinginkan dan kita tahu bahwa kenyataan menunjukkan pelarangan tsb banyak dilanggat oleh muslim sehingga ada patung yg berbentuk kerbau sbg lambang parpol dsb…

    salam hangat dan titip salam buat keluarga di rumah…

  21. s said

    Salam juga buat keluarga..

    nampaknya mas sibuk juga ya, tumben lama baru dikomentari. tetapi tidak apa2, saya juga lebih sering tidak bisa buka internet..

    saya rasa dari penjelasan2 anda sudah lebih dari yang saya butuhkan untuk mengerti.

    kalau di gedung anda tidak ada foto presiden dn Garuda pancasila, silahkan buka kembali buku pancasila SMA atau search wikipedia, “lambang negara Indonesia” di sana ditulis kewajiban warganegara untuk memajang foto presiden dan wakil dan garuda pancasila di tempat2 yg saya sebutkan. di Bali hal itu berjalan dgn cukup baik. dirumah saya saja ada kok.

    Maaf menggangu
    Selamat bertugas kembali..

    • abu hanan said

      salam hangat bli…

      ada kegiatan usaha baru di jasa pergudangan ,maklum bayi baru mesti butuh perhatian lebih hingga bisa mandiri.sehingga lebih 1 bulan tak ada tulisan baru di blog ini.

      Kewajiban saya bernegara tidak boleh melebihi kewajiban saya pada agama.Apabila memajang foto/lambang adalah wajib maka saya adalah warga yg tidak taat pada negara/pemerintah.

      Meski pemerintah negara ini adalah sah/valid dan wajib ditaati,tetapi kami diwajibkan mendahulukan Allah dan RasulNya baru kemudian pemerintah (konteks ulil amri saya persempit)..

      Jika negara menuntut saya karena menolak memajang simbol negara maka saya balik menuntut negara dalam melaksanakan pasal 33 UUD 1945 secara utuh.Menuntut presiden/wapres utk berlkaku lurus sesuai agama masing2…

      Adil kan bli….menurut saya.hehehe subjektif banget….

      bukan masalah bli…saya tidak terganggu bahkan senang karena anda sudi bertanya ttg agama kami.

      selamat berkarya bli….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: